Ada beberapa cara untuk mengukur support dan resistance pada grafik forex, yaitu:
- Menggunakan garis horizontal: Garis horizontal digunakan untuk mengidentifikasi level support dan resistance pada grafik. Level support dan resistance sering kali berada di dekat level harga sebelumnya yang signifikan, seperti level tertinggi atau terendah sebelumnya, atau level psikologis seperti level bulat seperti 1,1000 atau 1,2000.
- Menggunakan trendline: Trendline digunakan untuk mengidentifikasi tren yang ada pada grafik. Trendline dapat digunakan untuk mengidentifikasi level support dan resistance karena seringkali harga akan mencapai trendline sebelum berbalik arah.
- Menggunakan indikator teknikal: Beberapa indikator teknikal seperti Bollinger Bands, Pivot Points, dan Fibonacci Retracement dapat digunakan untuk mengidentifikasi level support dan resistance. Indikator teknikal ini menghitung level support dan resistance dengan menggunakan formula matematika tertentu.
- Melihat pola grafik: Pola grafik seperti double top, double bottom, head and shoulders, dan inverted head and shoulders dapat digunakan untuk mengidentifikasi level support dan resistance. Pola-pola ini menunjukkan level harga di mana pasar telah bertahan sebelumnya, dan seringkali menjadi level support dan resistance yang signifikan.
Dalam pengukuran support dan resistance, penting untuk diingat bahwa level-level ini tidak selalu tepat dan pasti. Mereka cenderung menjadi area yang lebih luas di mana harga dapat bergerak naik atau turun sebelum membalikkan arah. Trader harus memahami risiko yang terlibat dalam trading dan menggunakan manajemen risiko yang baik untuk mengelola risiko perdagangan.